Cara Compressing Gambar dengan Tinypng

Halo hola!

Apa kabar semua? Ada nggak sih temen-temen yang suka bingung gimana caranya bikin blog nggak cepet penuh? Atau mau kirim foto lewat email tapi zise nya kegedean? huhuhu.. nyesek kan itu?

Nah saya dulu juga gitu loh, tapi sekarang nggak lagi. Soalnya saya udah punya cara canggih buat ngecilin bobot foto tanpa kehilangan resolusi dan kualitas gambar. Wuhuuii… mantap kan??

Buat yang penasaran gimana caranya, sok atuh KLIK DI SINI ya.

Nggak udah takut susyah, caranya mudah sekali. Kalau susah, so pasti saya duluan yang males hahaha.

Oke, sampe ketemu di sana ya

Gambar

Tips Tidur Berkualitas ala Smart Mommies dan AC Daikin

Tinggal di negara tropis, pastinya membuat kita akrab dengan yang namanya udara panas dan lembab. Bagaimana tidak? Hampir sepanjang tahun, negara kita berlimpah sinar matahari. Dulu semasa kecil, saya masih bisa merasakan udara sejuk disertai angin sepoi-sepoi. Apalagi saya tinggal di desa yang masih asri. Tanaman hijau banyak ditemukan di mana-mana. Meski sesekali kegerahan, saya masih bisa tidur nyenyak tanpa pendingin udara alias AC.

Seiring perkembangan zaman, pemanasan global menjadi isu yang merebak. Dunia terasa makin panas dan gerah, terutama di perkotaan. Sempat menjadi perantau di Jakarta, saya menjadi akrab dengan pendingin udara. Tak hanya di kantor, saya juga terbiasa menikmati dinginnya udara dalam bus, mall, hingga kamar kos.

Setelah menikah tahun 2004, saya beralih ke Bandung. Untuk sementara, saya tak harus membayar lebih untuk merasakan kenyamanan udara kota kembang yang sejuk dan lebih sering dingin. Suhu udara biasanya berkisar antara 18-25°C sehingga cukup nyaman untuk aktivitas sehari-hari.

FB_IMG_1508749366080

Sejuknya udara Bandung saat tinggal di sana tahun antara 2004-2013

Nah tiga tahun terakhir ini saya kembali ke kampung halaman di Jogja. Hampir sepuluh tahun terbiasa dengan udara sejuk di Bandung, kami sekeluarga sempat dilanda ‘jetlag‘ cuaca. Ya, apalagi kalau bukan proses adaptasi suhu yang jauh berbeda. Saya yang saat itu sedang hamil jadi pusing tujuh keliling. Ibu hamil memang selalu identik dengan rasa gerah dan tak nyaman, apalagi memasuki trimester ketiga. Jadilah, kami harus berakrab-akrab ria kembali dengan pendingin ruangan alias AC. Padahal, anak pertama saya belum pernah memiliki pengalaman tinggal di rumah ber-AC karena sejak lahir merasakan sejuknya udara Bandung. Akibatnya, dia bolak-balik terkena radang tenggorokan dan demam tinggi. Perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara di luar dan di dalam ruangan tampaknya menjadi salah satu pemicunya.

Kebetulan, di rumah kontrakan kami sudah ada AC. Meski sangat bersyukur akan hal itu, saya sempat dibuat galau melihat tagihan listrik yang membengkak. Selain itu, AC yang ada juga sering kali terasa kurang nyaman. Beberapa kali, kami masih saja kegerahan. Padahal AC sudah di-set dalam suhu minimal. Suara berisik dari kompresornya juga membuat bayi saya yang saat itu masih berusia beberapa hari terganggu. Alhasil, saya harus begadang untuk menenangkannya. Wah, pokoknya extra effort deh untuk mendapatkan tidur yang berkualitas kala itu. Hiks… 😭😭

CYMERA_20140802_123042

Kalau sudah kegerahan, Kevin langsung rewel karena tidurnya terganggu.

Untungnya, ada teman yang merekomendasikan AC Daikin. Awalnya, saya ragu karena belum pernah memakai merk yang disarankan. Tak hanya itu, saya juga khawatir kalau-kalau iklannya tak sebanding dengan kenyataan. Saya benar-benar butuh AC yang nyaman, sejuk tapi tak menusuk di tulang, dan yang pasti, hemat energi dan hemat fulus.

ac

Design AC Daikin yang cantik via http://www.daikin.co.id

Setelah browsing-browsing, kami pun mantab memilih Daikin. Ternyata, pilihan kami tepat. Tak hanya sejuk dan nyaman, Daikin juga nggak bikin kantong bolong. Benar-benar AC hemat energi deh! Tagihan listrik jadi lebih bersahabat, meski hampir 20 jam nonstop AC terus menyala. Wah, senyum saya makin lebar deh, Moms.

pic_slideviewer_01

AC Daikin untuk ruang keluarga via http://www.daikin.co.id

Sekarang, keluarga kami sudah pindah ke rumah baru. Meski banyak perabotan yang harus diganti, kalau AC ya Daikin yang selalu di hati. Aktivitas makin nyaman, dan pastinya tidur makin berkualias. AC Daikin emang juara banget! Terima kasih Daikin!

FB_IMG_1508750267658

Kevin (5 bulan) tidur nyenyak tanpa rewel berkat kamar yang nyaman.

=========

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog competition yang diadakan oleh Daikin.

 

Gambar

#Jadipergi Nggak Ya? Jadiin Aja Moms, dengan Paket Wisata Murah dan Komplit Berikut ini!

Menjelang akhir tahun begini, salah satu hal yang selalu saya sukai adalah merencanakan liburan keluarga. Yipii…. Kalau udah masalah liburan, siapa sih yang nggak hepi, Moms? Kesempatan emas untuk pergi bersama orang-orang tercinta ke tempat-tempat indah adalah sebuah kebahagiaan tersendiri dong pastinya.

 

Meski keluarga kami nggak punya budget fantastik untuk setiap liburan, tapi kami selalu berusaha untuk menyisihkan rupiah setiap tahunnya demi memberi hadiah pada diri sendiri. Iya lah, mosok mau kerja terus sih? Stres kali ah yang ada ntar.

 

Sebagai ibu sepenuh waku, keterbatasan utama saya adalah mobilitas alias susah keluar rumah. Praktis, untuk memenuhi (hampir) semua kebutuhan sosial, saya mengandalkan teknologi alias jadi tukang online. Termasuk saat harus berburu info tentang paket wisata. Kali ini, tujuan saya adalah mencari tempat wisata yang ramah keluarga, nggak terlalu jauh (mengingat saya masih punya balita yang superaktif), dan tentu saja ramah di kantong hehehe… Hm, untuk yang satu ini kayaknya wajib ya, Moms. Nggak mau kan, acara liburan justru bikin kantong keuangan keluarga bolong nggak karuan.

 

Salah satu hal yang membuat saya lebih senang berselancar di dunia maya ini adalah saya bisa membandingkan penawaran dari beberapa toko atau penyedia jasa yang kita incar. Enak kan, saya nggak usah capek-capek kesana kemari, sekaligus bisa mendapatkan apa yang diincar dengan mudah.

 

Nah, dari beberapa website penyedia informasi seputar paket wisata murah yang saya temui, ada satu nih yang mencuri perhatian saya. Namanya jadipergi.com. Dilihat dari namanya aja udah unik ya, Moms. Dalamnya pasti nggak kalah unik, pikir saya. Akhirnya saya pun mengeklik nama website-nya dan tara…! Tampilannya keren, Moms, bikin mata adem, nggak perih dan menurut saya sih, tata letaknya enak dilihat. Saat membuka halaman utama, kita langsung disodori dengan pilihan berbagai menu yang akan kita butuhkan selama liburan, meliputi pilihan hotel, tiket pesawat, kereta api, kapal, hingga bus loh! Wuah, jarang-jarang kan ada website yang nyediain fitur kayak gini? Paling sering sih, kita disodorin menu pilihan booking hotel, atau beli tiket pesawat dan kereta api.

 

20171012_083625
Tampilan menu awal di http://www.jadipergi.com

 

Oke karena kesan pertama begitu menggoda, saya langsung memutuskan untuk melanjutkan acara jalan-jalan kali ini. Dalam beberapa kali sentuhan, tangan saya sudah asyik berselancar mencari informasi yang saya perlukan. Enaknya di website ini, tampilannya nggak crowded, jadi saya merasa nyaman dan nggak diburu-buru nyelesaiin bookingan. Ibarat belanja offline, tokonya tuh friendly, sejuk, dan pelayannya juga ramah. Kita diberi kebebasan untuk memilih sesuai apa yang memang kita inginkan, bukan hanya apa yang mereka mau kita beli.

 

Nggak perlu berlama-lama, saya langsung meluncur ke halaman utama dengan niat mencari tiket PP. Nanti kalau tiket sudah di tangan, baru saya akan hunting tempat wisatanya. Nah berhubung harga tiket pesawat Jogja-Malang lumayan mahal bagi kantong kami, maka saya memutuskan untuk naik kereta api saja. Selain mahal, pergi naik pesawat dari Jogja ke Malang butuh waktu enam jam lebih. Hampir sama dengan kereta, tapi harganya berlipat kali ganda hihihi… Mungkin karena harus transit dulu kali ya. Oke, bye-bye deh pesawat! Lanjut ke menu pembelian tiket kereta, ternyata ada buanyak pilihan jadwal dan harga. Nggak perlu waktu lama deh buat melakukan ini. Kenapa? Karena emang cara booking-nya tuh gampang banget alias nggak ribet Moms.

 

20171012_083557
Tampilan menu pembelian tiket kereta di http://www.jadipergi.com

 

Nah setelah menentukan pilihan, saya pun beralih ke menu berikutnya, yakni mencari hotel. Tampilan dan pilihan reservasi hotel di sini sama mudahnya dengan membeli tiket kereta, Moms. Kita hanya perlu memasukkan nama kota tujuan, dan menu pilihan hotel akan segera terpampang nyata. Ada beragam nama hotel, tentu saja beserta range harga yang bisa kita pilih. Tinggal sesuaiin aja deh sama budget keluarga. Mau berapa kamar, tipe kamar seperti apa dan lain-lain. Eh, sebenarnya pada saat kita membuka menu hotel, layar utama udah langsung kasih kita pilihan kota mana yang diinginkan. Hm, tambah mudah kan milihnya Moms. Buat emak rempong kayak saya yang harus berpacu dengan waktu, hal kecil seperti ini benar-benar membantu loh. Seriussannn!

 

20171011_153200
Tampilan menu pencarian hotel di http://www.jadipergi.com

 

Selesai dengan masalah hotel dan tiket, kini gilirannya saya berburu tempat wisata di Malang. Honestly, saya masih agak bingung menentukan tujuan wisata yang akan kami kunjungi nantinya. Meski ada beberapa teman yang merekomendasikan tempat tertentu, plus hasil browsing dan baca-baca seputar tempat wisata di Malang yang recommended, saya masih belum memutuskan dengan rinci hendak ke mana kami selama 4 hari di Malang nanti.

 

Baiklah, akhirnya saya kembali ke menu awal dan mencari tombol “wisata”. Begitu saya sentuh tombol tersebut, dalam hitungan detik layar smartphone saya langsung penuh dengan gambar-gambar menarik seputar hot promo yang sedang berlangsung. Wuih… mata saya langsung ijo melihat banyaknya penawaran yang super duper murah! Gimana enggak, wong paket wisata personal kok Rp 99.000. What?? You must be kidding, batin saya sambil tambah bersemangat browsing-nya hahaha…

 

Tapi, berhubung saya nanti bakalan pergi bawa rombongan sirkus, tawaran ini langsung saya skip. Saya kemudian beralih menuju ke kolom putih di bagian atas yang bertuliskan “Kemana tujuan wisata anda?”. Saya langsung mengetik Malang. You know what? Begitu kata Malang saya masukkan, srruut…! Kursor langsung menunjukkan puluhan paket wisata yang bisa saya pilih. Mulai dari paket untuk grup kecil, sampai rombongan dengan bus terpampang nyata di depan mata. Enaknya lagi nih, Moms, di situ otomatis sudah include penawaran transportasi apa yang bisa dipilih. Keren banget ini mah. Huaaa… saya terharu. Baru kali ini nemuin website penyedia informasi paket wisata yang baik banget. Biasanya, saya harus searching sendiri mau pergi ke mana, pakai apa, sampai di sana nyewa kendaraan lagi, bingung nyari tempat wisata sendiri, bla… bla… bla. Di sini semuanya begitu mudah, banyak pilihan dan pastinya: MURAH! Uwooowww….

 

Selesai terkagum-kagum dengan apa yang saya temukan, langsung deh saya pilah-pilih penawaran yang paling sesuai dengan rencana liburan keluarga kami. Nggak perlu waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan bagian ini, Moms. Soalnya menu yang ditawarkan emang super nyaman dan sangat mudah bahkan bagi emak-emak gaptek kayak saya ini. Panduannya sangat jelas dan menu ordernya nggak ribet.

 

20171011_153258
Tampilan menu pilihan paket wisata di http://www.jadipergi.com

 

Jadi, setelah memilih kota tujuan dan paket wisata yang kita inginkan, kita akan langsung dibawa ke detail informasi tentang paket tersebut, lengkap dengan itinerary-nya. Oya jangan lupa, sebelumnya masukkan tanggal keberangkatan ya Moms. Dari situ, langsung muncul biaya yang diperlukan dan bagaimana menyelesaikan pembayaran. Mudah kan? Pokoknya, masalah liburan dan tetek bengeknya mah, jadipergi.com udah paling tepat deh! Hanya di sini ada penawaran paket wisata online terlengkap yang pernah saya temui. Bener banget kalau dijuluki sebagai one stop shopping. Masalah reservasi tiket dan hotel yang mudah hanya di jadipergi. Trust me, Moms!

 

Nggak sampai sejam, hunting saya kali ini udah selesai. Dengan senyum puas, saya tutup laptop dan kembali ke kamar. Hm, rupanya Kevin masih asyik mainan dengan building block-nya. Jadi, buat Mommies yang masih bingung nyari paket liburan murah, jangan galau lagi yaaa….

 

Selamat merencanakan liburan, Moms.
Stay pretty and happy!

==============================

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog competitition yang diadakan oleh      

 

Gambar

Berkat Lactacyd Baby, Say Good Bye Biang Keringat dan Ruam Popok!

Punya anak balita adalah masa-masa paling membahagiakan sekaligus menantang bagi saya. Gimana enggak ya, Moms, masa-masa emas mereka itu hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Nggak akan terulang lagi. Karena itulah, saya harus mengisinya dengan cara yang tepat, agar anak-anak bisa enjoy. Urusan makan dan menjaga kesehatan baby adalah dua hal paling penting dalam periode emas ini. Nggak heran, saya tuh paling parno kalau anak-anak susah makan atau sakit.

Ngomong-ngomong soal sakit, yang namanya ibu tuh nggak harus nunggu anaknya sakit parah dulu baru parno loh. Terkadang, pas si kecil rewel karena hal-hal sepele pun bisa jadi momen nelangsa si ibu. Kayak pas Kevin, anak kedua saya terkena biang keringat dan ruam popok dulu. Udara Jogja yang panas, bikin keringat makin intens. Mau pakai kipas angin, takut si Adek masuk angin. Eh, giliran mau pake AC, boros dooong. Mosok harus 24 jam full si AC suruh ngeden. Wew!

Meski terkesan sepele, biang keringat dan ruam popok pada bayi nggak boleh diabaikan loh, Moms. Bisa-bisa, mereka akan nangis dan rewel karena perasaan tak nyaman di tubuhnya. Hal tersebut cukup beralasan mengingat kulit bayi masih berbeda dengan orang dewasa.

Nah, buat Moms yang belum tahu, ini nih kondisi kulit bayi:

  • Memiliki lapisan yang lebih lembut dibanding orang dewasa
  • Kulit bayi memiliki kemampuan mengurangi produksi keringat, inilah sebabnya mereka sangat rentan dengan biang keringat.
  • Memiliki lapisan lemak yang lebih sedikit dibanding orang dewasa. Selain itu, kadar PH-nya juga lebih rendah ketimbang orang dewasa, yakni 6-7. Sementara kulit dewasa memiliki PH sekitar 3-4. Akibatnya, anak-anak lebih mudah terkena iritasi.
  • Ikatan antarsel kulit lebih lemah dan halus.
  • Memiliki pigmen lebih sedikit dan tidak mampu mengatur temperatur dengan baik.
  • Belum memiliki sistem pertahanan yang sempurna untuk beradaptasi terhadap lingkungan luar.

 

Menurut Bernard Cohen, M.D., direktur ilmu kesehatan di Johns Hopkis Children Center, kulit adalah organ pertahanan utama untuk membentengi tubuh dari berbagai ancaman dari luar. Nah, dengan kondisi yang seperti itu, nggak heran kalau masalah kulit pada bayi acap kali menjadi masalah serius bagi para Mommies. Memakai produk perawatan kulit atau antiseptik untuk dewasa juga sangat nggak disarankan loh, sebab justru bisa memperparah keadaan.

Seperti dikutip oleh laman alodokter.com, beberapa penyakit kulit yang paling sering dialami bayi antara lain:
1. Eksim20171007_031523

Eksim pada bayi via meetdoctor.com

Bahasa medisnya adalah dermatitis atopik, yang ditunjukkan dengan gejala kulit berwarna merah dan gatal. Bayi kan belum bisa menggaruk ya Moms, jadinya kondisi ini akan memicunya menjadi rewel. Untuk mengatasinya, Moms bisa mengoleskan salep atau krim khusus dan usahakan untuk melembapkan kulitnya.

 

2. Kerak kepala (cradle cap)

20171007_033216

Kerak kepala pada bayi via pregmed.com

Pada orang dewasa, kerak kepala sering disebut dengan ketombe. Namun, pada bayi kerak ini bisa lebih tebal dan biasanya berwarna putih atau coklat. Usia 0-36 bulan adalah masa-masa paling rentan terkena kerak kepala.

 

3. Biang keringat

20171007_032059

Biang keringat via alodokter.com

Bahasa medisnya adalah miliaris. Hal ini biasanya dipicu oleh pori-pori kulit yang tersumbat sehingga keringat “terjebak” di bawahnya. Tanda yang mudah dikenali adalah keluarnya bintik-bintik merah pada leher atau lipatan-lipatan kulit lainnya.

 

4. Ruam popok

20171007_031635

Sumber: pixabay.com

Nah, ini juga paling sering dialami bayi, Moms. Terutama mereka yang sering memakai popok sekali pakai. Faktor penyebabnya antara lain kulit terlalu lama kontak dengan air seni atau tinja. Selain itu, paparan air yang terlalu banyak atau sisa sabun yang menempel pada kulit juga bisa menjadi pemicu.

 

20171007_031703

Kevin usia 1,5 bulan

Pada Kevin, kasus yang saya hadapi adalah ruam popok dan biang keringat. Hal ini sering terjadi pada area leher, seperti foto di atas. Lehernya memerah dan tersa perih. Selain karena kulitnya yang cukup sensitif, tubuhnya yang super-montok juga menjadikannya rentan terkena dua hal tersebut. Bayangin aja, Moms, di usianya yang ketiga bulan, berat badan Kevin sudah hampir 6kg. Padshsl, dia hanya ASI ekslusif loh.

Nah, kalau sudah terkena ruam popok atau biang keringat, dia bisa sangat rewel dan uring-uringan. Mungkin karena rasa gatal, perih dan panas yang menyertainya ya. Entahlah, yang jelas saya dibuatnya gemes karena rengekannya yang nggak berhenti.

Suatu saat, saya pergi ke apotek untuk membeli salep kulit. Ngobrol punya ngobrol, petugas apoteknya menyarankan untuk membeli Lactacyd baby sebagai pengganti sabun mandi biasa yang saya pakai selama ini. “Mungkin si Adek nggak cocok pake sabun mandi biasa, Bu,” kata Mbak petugas yang melayani saya, Singkat cerita, saya pun beli dan sorenya langsung uji coba memandikan Kevin.

Awalnya, saya pikir ini produk kok nggak wangi sih. Nggak kayak produk perawatan bayi pada umumnya. Selain itu, busanya juga nggak melimpah, bahkan terkesan licin aja di kulit. Eh, belakangan baru tahu kalau hal ini justru lebih aman bagi kulit bayi. Hehehe… dasar katrok ya pemirsaah…!

Nggak usah nunggu lama, setelah pemakaian teratur, kulit Kevin yang merah berangsur sembuh dan halus kembali. Meski udara panas, gerah dan berdebu, jarang sekali si biang keringat ini balik lagi. Begitu juga dengan ruam popoknya. Waaaah… senangnya! Dia jadi lebih ceria dan nggak rewel lagi.

20171007_031756

Senyum riang Kevin usia 3 bulan.

Buat Moms yang penasaran dengan kandungan di dalamnya, tenang aja! Produk ini sangat aman bagi bayi, karena diproduksi oleh brand internasional yang sudah terpercaya keampuhannya dalam menjaga kulit bayi dari iritasi ringan. Selain minim deterjen dan pewangi, Lactacyd Baby juga ampuh melawan kuman dan bakteri. Selain itu, juga mengandung ekstrak susu yang berfungsi agar kulit bayi tetap lembap. Formulanya dibuat secara khusus agar sesuai dengan kadar PH alami pada bayi. Hasilnya, kulit bayi lebih aman dan terhindar dari iritasi ringan. Saking amannya, Lactacyd Baby ini bisa dipergunakan setiap hari, karena telah teruji secara dermatologis. Pokoknya mah, #LactacydBaby tuh emang number one #BabySkinExpert deh! 😍😍😍. Udah cinta mati ama produk ini, dan nggak mau pindah ke lain hati.

Nih, saya bisikin ya beberapa kandungan dalam Lactacyd Baby ya Moms.

20171007_021005

  • TEA-Lauryl Sulfate dan Ammonium Sulfate berfungsi untuk membersihkan kuman.
  • Ethyleneglycol Stearate berguna untuk melembapkan kulit.
  • Hydrogenated Peanut Oil adalah sejenis minyak untuk melembapkan kulit.
  • Natural Orange Flavour berfungsi memberikan aroma segar.
  • Sodium Nethyl Paraben adalah golongan pengawet agar produk nggak cepat rusak. Tapi, jangan takut Moms, kandungannya sangat kecil kok. Karena itu, Lactacyd Baby ini masa kedaluwarsanya relatif pendek.

 

20171007_020218

Image credit: FB Fanpage Lactacyd Baby

Nah, sejak itu saya selalu memakai Lactacyd Baby untuk Kevin. Sekarang, di usianya yang ketiga tahun Kevin tumbuh jadi anak yang sehat dan sangat aktif. Nggak ada lagi ceritanya ruam popok dan biang keringat meski dia selalu aktif bergerak. Aiihh, bertambah lagi kan alasan saya untuk bahagia?!!

Terima kasih ya #LactacydBaby!

20171007_031939

Kevin Adrian, usia 3 tahun.

 

 

Tulisan ini diikutkan dalam Lactacyd Baby Blog Competition “Rahasia Kulit Bayi Tetap Sehat”

=========================================

Referensi:

* http://www.alodokter.com

* http://www.meetdoctor.com

* http://www.pregmed.org

 

 

 

Gambar

Mau Belanja Cerdas dan Hemat ala Mama Ngirit? Prelo-in Ajah!

Sejak beralih dari working Mom jadi full time Mom, ada banyak hal yang berubah dalam hidup saya. Nggak cuma ngatur waktu dan tenaga, skala prioritas pun harus menyesuaikan. Kalau dulu, sepulang kerja saya bisa menghabiskan waktu untuk sekadar nongkrong-nongkrong cantik sama teman-teman, jalan-jalan, dinner meeting sama klien atau hunting barang keperluan kantor, sekarang lebih banyak waktu yang saya habiskan untuk mengurus anak-anak dan aneka keperluan rumah tangga.

Konsekuensi sebagai full time Mom ini, saya jadi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah (ya iyalah, mosok di warung ye?), meski sesekali juga kelayapan di luaran sih. Cuma, karena sekarang ke mana-mana kudu nyetir sendiri, jadi seringnya malah males kalau harus jelong-jelong sambil bawa krucils. Kebayang kan, Moms, gimana rempongnya bawa balita dengan seabreg peralatan tempurnya itu. Belum lagi kalau doi ngambek, ngantuk atau ngamuk. Beeuuuhh, itu yang namanya acara jalan-jalan langsung ancur deh. 

Selain karena faktor males rempong tadi, jujur sih, alasan lain yang sering bikin saya galau untuk acara jelong-jelong adalah masalah fulus alias budget. Hahaha …. Yang namanya jalan-jalan itu kan nggak mungkin nggak pakek duit ya Moms? Apalagi kalau jalan-jalannya ngemol. Yaelah Moms, itu yang namanya barisan baju, sepatu, tas, bedak, dan temen-temennya seakan melambai kek bendera merah putih pas tujuhbelasan. Huaaa….. mosok iya Moms, saya harus kekepin dompet terus lari pulang? Huhuhu …. Langsung inget masa-masa kejayaan dulu pas high heels selalu jadi andalan tiap hari heheh.

Akhirnya saya mulai kepikiran gimana kalau nyari barang branded second tapi kualitasnya masih oke. Kan lumayan tuh, saya masih bisa tetep eksis, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalem. Tapi, mencari barang bekas yang oke kan nggak mudah ya pemirsah. Udah gitu, malu ah kalo ketahuan sama tetangga. Yaiiiiiikss … tambah bingung deh saya. Padahal, dua minggu lagi saya harus menghadiri acara penting di kantor suami. Nah, pengennya sih nyari sepatu gitu, secara saya cuma punya sepasang high heels yang mulai krekat kreket bunyinya kalo dipake. Wkwkwkwk, ngenes amat yak.

Nah, sebagai Emak cerdas dan ngirit, saya pun puter otak, gimana caranya mendapatkan barang-barang branded dengan harga ndlosor tapi kualitasnya tetep oke. Fine, saya mulai bergerilya. Browsing sana sini, tanya mbah Google dan kroni-kroninya. Thanks to the technology! Kini saya bisa berbelanja dengan lebih aman dan tenang secara online. Selain lebih hemat, nggak perlu takut bin malu deh, ketauan ama tetangga hihihi.

Nah, saya beruntung banget ketemu sama Prelo, situs jual-beli online barang-barang preloved alias second, dengan kualitas jawara tapi dengan harga yang luar biasa. Mau cari apa aja ada di sini. Merknya pun relatif lengkap. Oya, kalau beruntung kita juga bisa dapat barang branded dalam kondisi all new loh pemirsah. Keren kan, udah harganya miring, barangnya juga masih baru. Yeeeeay! *jingkrak-jingkrak*


Saya pun langsung asik ngulik barang-barang yang dipajang di Prelo, dengan misi utama menemukan sepatu bekas yang pas di hati dan kantong. Senangnya, di sini semua barang difoto dengan teliti, Moms. Jadi, kita bener-bener bisa melihat seperti apa sih barang yang dijual. Penjualnya pun memberikan deskripsi dengan lengkap di bawahnya. Nggak perlu waktu lama, sepatu second inceran saya pun udah ketemu. Sret sret sret, saya langsung klik beli dan menyelesaikan pembayaran. Enak banget deh proses belanja di sini. Cepat dan nggak ribet. Pokoknya the best deh! 



Nah, bagi Moms yang masih penasaran sama Prelo, buruan gih download aplikasinya di playstore atau appstore. Ditanggung ngak nyesel deh! Ini beneran beda ama toko-toko online lain yang menjual barang preloved. Di sini semua transaksi kita dijamin aman, kok. Bahkan, ada fasilitas refund segala loh kalau barang yang kita beli terbukti KW. Wah, tambah asik kan? Di mana lagi kita bisa dapetin yang kek gini. 

Oke Moms, segitu dulu ya cerita hari ini. Saya udah nggak sabar nunggu barang pesanan saya datang nih. Happy shoping ya Moms. Stay pretty and happy!

Gambar

​Makasih ya, Uri-cran! Gara-gara Kamu, Anyang-anyangan Saya Melayang

Saat memutuskan untuk menjadi ibu sepenuh waktu tanpa bantuan ART alias Asisten Rumah Tangga, saya sadar bahwa urusan domestik rumah tangga akan menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Mulai dari memastikan rumah dalam kondisi bersih, rapi dan wangi, memasak makanan untuk seluruh anggota keluarga, hingga mengasuh anak dan menyelesaikan tumpukan baju kotor hingga rapi di dalam lemari. Jangan tanya rasanya deh, Mom! Pastinya capek sekali. Terkadang, badan rasanya seperti kemesan mekdi yang kalau disentuh langsung ambyar semua hehehe…

Bicara urusan domestik, salah satu tantangan terberat bagi saya adalah ketika harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, sembari mengasuh Si Bungsu yang masih batita. Sering kali, saya harus rela membiarkan pekerjaan menunggu berjam-jam sementara saya asyik bermain mobil-mobilan dengan Si Bontot. Yah, mau gimana lagi, daripada dia menangis terus-terusan, sama aja nanti saya juga nggak bisa fokus mengerjakan pekerjaan lainnya. 

Nah, kalau urusan kerjaan sih bisa nunggu ya Mom, tapi beda halnya dengan urusan biologis. Sering, saya harus nahan haus, lapar atau kebutuhan pribadi di toilet, gara-gara Si Kecil yang nggak mau ditinggal. Paling sering sih, saya harus nahan buang air kecil. Kenapa? Karena anak saya bisa menjerit-jerit hanya karena saya tinggal satu menit saja. Kebayang kan hebohnya, Mom? Kira-kira ya seperti rombongan sirkus gitu deh! Tapi yang namanya kebutuhan biologis itu nggak bisa terus-terusan ditahan ya, Mom. Jadi, kalau sudah nggah nahan sama sekali, ya saya akan tergopoh-gopoh ke kamar mandi dan dalam hitungan detik, meluncur kembali ke ruang keluarga, di mana Si Kecil bermain. 

Suatu hari, saya terkena anyang-anyangan. Rasanya nggak enak banget, terutama di perut bagian bawah dan di area kelamin. Mungkin karena saking terburu-buru, saya suka sembarangan membersihkan diri, terutama setelah buang air kecil. Ditambah lagi kebiasaan saya menahan pipis, menjadi salah satu penyebab anyang-anyangan tadi. 


Penyebab
 

Kalau kata orang tua zaman dulu, anyang-anyangan itu bisa disebabkan karena kita kurang minum atau minum air hangat yang merupakan campuran dari air panas dan air dingn (air dari kulkas). Tapi itu sih belum terbukti secara ilmiah ding. Menurut beberapa referensi yang saya baca, anyang-anyangan ini lebih sering menyerang kaum wanita, ketimbang laki-laki. Waduh, bahaya dong Mom! Kenapa? Karena secara anatomis, alat kelamin dan saluran kencing pada wanita lebih mudah terkontaminasi bakteri jahat  yang bisa menyebabkan infeksi. Anyang-anyangan bisa jadi tanda awal infeksi bakteri ini. Hal ini tak menutup kemungkinan terjadinya infeksi lain yang lebih parah, seperti infeksi saluran kencing. Lantas apa aja sih faktor pemicu terjadinya anyang-anyangan ini? 

1. Toilet yang kurang higienis

Sebenarnya, saya memiliki jadwal minimal seminggu sekali harus membersihkan toilet di rumah. Namun, terkadang karena overload kerjaan, jadwal ini sering mundur, apalagi kalau saya sudah kecapekan, atau Si Adek sedang rewel. Hm, jangan ditiru ya, Moms!

2. Cara membersihkan area kelamin yang kurang tepat

Saking terburu-burunya, saya suka seenaknya saja membersihkan diri sehabis berkemih. Cara yang tepat untuk membasuh area kelamin, terutama setelah BAB dan BAK adalah dari depan ke belakang. Tapi ya itu, saya suka nggak tertib melakukannya. 

3. Sering menahan buang air kecil

Wah, faktor yang satu ini bener banget deh! Saya memang sering sekali menahan diri untuk nggak buang air kecil, terutama ketika menemani Si Kecil bermain atau tidur siang. Kelihatannya sepele, tapi ternyata akibatnya nggak enak banget. huhuhu…

4. Air yang terkontaminasi bakteri E-coli

Nah, yang ini agak sulit dikontrol Moms. Kita agak susah mendeteksi apakah air di rumah kita cukup bersih dan higienis. Namun, salah satu cara untuk menngurangi risiko terkena bakteri jahat ini adalah dengan memakai cairan antiseptik atau sabun khusus antibakteri. 


Pencegahan

Untuk mencegah anyang-anyangan, pastinya kita nggak boleh kurang minum dan menahan buang air kecil ya Moms. Selain itu, juga harus memastikan kebersihan toilet, area pribadi dan melakukan pembasuhan yang benar setelah BAK. 


Pengobatan

Minum air putih mungkin bisa membantu mengatasi anyang-anyangan. Tapi, hal ini nggak sepenuhnya menyelesaikan akar masalahnya, lho. Untungnya, ada Uri-cran Moms! What? Uri-cran? Iya…

Uri-cran mengandung ekstrak Cranberry, yang bermanfaat untuk mencegah bakteri E-coli menempel pada dinding saluran kemih. Bakteri inilah yang menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran kemih kita Moms. Kalau sudah begini, rasanya pasti tersiksa banget deh. Saya pernah ngalamin sendiri kok. 


Kenapa Cranberry?

Sejak dulu, tanaman yang masuk dalam keluarga berries ini, dipercaya ampuh sebagai obat untuk menyembuhkan luka. Sebenarnya, cranberry mirip-mirip sama bluberry, cuma warnanya merah tua. Kalo blueberry kan biru keunguan gitu. Nah, beberapa tahun terakhir, cranberry banyak dimanfaatkan untuk mengobati sariawan, meningkatkan kekebalan tubuh, dan sumber vitamin sekaligus antioksidan yang sangat baik. 

Sumber gambar: Uri-cran

Buah kecil mungil ini ternyata juga kaya akan kandungan vitamin C, serat, mineral, dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin dan quercetin lho, Moms. Selain itu, senyawa fitokimianya sangat baik untuk mencegah penyakit jantung dan kanker. Keuntungan mengonsumsi cranberry adalah, senyawanya yang sangat baik untuk kesehatan, namun mudah larut dalam air. Hasilnya, kita akan tetap memperoleh kebaikan dan manfaatnya, tanpa takut terjadi penumpukan di dalam sel darah. Hm, amazing ya Moms!

Well, kalau tadi udah ngomongin manfaat cranberry bagi kesehatan, sekarang saatnya kita ngobrolin soal apa saja sih kandungan manfaat dalam Uri-cran ini. Penasaran dong, pastinya? Untuk memenuhi kebutuhan kita, Uri-cran hadir dalam dua varian, yaitu kapsul (Prive Uri-cran) dan bubuk sachet (Prive Uri-cran Plus). Nah, kita tinggal sesuaiin deh, mau konsumsi yang mana. Semuanya memiliki komposisi yang sama kok! Nih, informasinya ya.
a. Prive Uri-cran  

Sumber gambar: Uri-cran

Mengandung 250 mg ekstrak cranberry, tersedia dalam kemasan kapsul. Dalam sekotak Uri-cran, kita bisa dapetin  30 kapsul. Nah, dosisnya adalah 1-2 kapsul per hari ya, Moms. 


b. Prive Uri-cran Plus

Mengandung 375 mg ekstrak cranberry, 60 mg vitamin C, 0.1 mg Lactobacillus Achidophillus, dan 0.1 mg Bifidobacterium bifidum. Dosisnya 1-2 sachet per hari, dicampurkan ke dalam segelas air. 

Untungnya, ketemu sama Uri-cran. Anyang-anyangan saya jadi melayang deh. Rasanya yang super seger, bikin mudah diminum. Biasanya, saya tuh paling susah minum obat atau semacamnya, karena selalu takut duluan sama bau atau rasanya yang ajib. Tapi, Uri-cran ini beda lho. Uwenaaak banget. Nggak berasa minum obat deh. Eh, betewe, ini memang bukan obat hehehe.. ini lebih bisa dibilang sebagai minuman kesehatan. 

Udah deh, nggak usah galau lagi gegara anyang-anyangan. Solusinya udah jelas, minum Uri-cran aja. Ya ya ya…? Kalau yang bikin reputable company, kita nggak perlu takut produknya abal-abal kan? Lagian, Uri-cran ini juga gampang kok banget dicari. Kita bisa membelinya di apotik atau toko-toko obat di dekat rumah. Buat persediaan, jangan lupa nyetok aja yang banyak di rumah, ya Moms. 
Nah, kalau Moms masih pengen nanya-nanya soal Uri-cran, langsung aja kontak Combiphar yes. Nih, saya kasih sontekan jadwalnya. Biar terpuaskan rasa penasaran dan nggak ada dusta di antara kita #eh hihihihi….

Ah, pokoknya mah, makasih banget, Uri-cran! Gara-gara kamu, hidupku amaaaan sekarang… Luv you banyak-banyak deh. Muwaaaah!!

Baby thole Kevin

Le, kemarin 14 Agustus 2014, kamu genap berumur 2 bulan. Maafkan simbok, baru bisa nulis catatan ini hari ini. Kemarin kamu habis diimunisasi DPT, agak manja. Bobo aja minta ditemenin. Mungkin obat dan virus yg sudah lenggek-lenggek itu membuat badanmu ngga nyaman, jadi kamu pingin dipeluk peluk ya. Makanya simbok baru sempet nulis sekarang..

Kamu pingin tau ngga ceritamu sejak lahir sampe hari ini?

Gini ceritanya, le.
Kamu itu lahir hampir 9 tahun sejak kelahiran kangmasmu itu. Tadinya bapak sama simbok ndak pengen punya anak lagi. Tapi dipikir pikir  kasian masmu mbesuk kalo kami sudah dipanggil Tuhan. Dia pasti kesepian ndak punya saudara. Nah, makanya kamu diproduksi sama bapak dan simbok 🙂

Tanggal kelahiranmu cukup bagus loh : 14-06-14, jam 14.35.
Sebenarnya kami ndak sengaja milih tanggal itu. Kamu tau ndak, kalo kamu dilahirkan lewat operasi?  Bukan, bukan karena simbok malas ngelairin normal. Tapi pertimbangan medis membuat kami harus berpikir logis dan aman. Tadinya kami menjadwalkan kamu melihat dunia ini jam 14.00, tapi ternyata ada kendala teknis makanya jadwalmu terpaksa molor.

Kamu lair dengan bobot 2.950 gram, dan panjang 48 cm. Sedikit lebih kecil dibanding kangmasmu. Tapi ndak mengapa. Wong kamu lairnya maju 15 hari dari jadwal normalmu. Kata pak dokter, kamu lairnya kalungan usus, persis kangmasmu. Kata wong Jowo, mbesuk gede kamu pasti cocok pake baju apa aja. 

Sejak kamu lair, simbok was was apa bisa nyusuin kamu. Soalnya pengalaman jaman masmu dulu, simbok setres. Kalo istilah kerennya ‘baby blue syndrome’. Makanya masmu itu cuman dapet asi sedikit banget. Itulah kenapa simbok cemas jangan jangan kamu juga bernasib sama. Dua hari berlalu, asi simbok belum keluar . Simbok mulai panik. Apalagi kamu sempet nangis keblinger di malam kedua. Ndak mau tidur dan nangis terus. Simbok sempet minta suster  ngasih susu botol sama kamu, tapi mereka menolak. Katanya kamu masih punya waktu sehari lagi untuk ndak makan dan minum. Katanya, bayi begitu. Kalo mbesok sorenya asi simbok ndak keluar juga, maka terpaksa kamu harus minum susunya sapi. Tapi untunglah, mbesok paginya kamu sudah bisa nikmatin asinya simbok. Wah nggak kebayang senengnya hati simbok waktu itu. Apalagi kamu nyusunya kuat banget. Sampe sekarang kamu masih begitu. Makanya kamu cepet gede.

Dua minggu pertama, kamu sempet pilek. Simbok deg degan, soalnya kamu rewel karena mampet idungnya. Puji Tuhan, abis itu kamu cepet pulih dan riang lagi. Pas umurmu sebulan, beratmu 4,5 kg. Hehe…. cepet banget. Tinggimu jugak nambah 4 cm jadi 52. Wah pinter deh, bikin simbok tambah semangat ngasih asi. Nah pas umur 2 bulan kemarin, beratmu sudah 6,1kg dan  tinggimu 57cm. Sehat terus ya leeee..

Kamu itu memang bayi luar biasa. Di umurmu yang baru 1,5 bulan kemarin kamu sudah bisa diajak bercanda, bisa ketawa ketawa waktu dibercandain. Bahkan sudah mulai bergumam gumam kecil. Aaahh, kamu memang juara! Doanya bapak sama simbok, kamu sama masmu sehat terus, kuat, diberkati dan disayang sama Tuhan. Jadilah anak yang rupawan dan berhikmat seperti arti namamu itu. Biar dunia merasakan arti hadirmu yang menjadi berkat.

Wis sekian ini tulisane simbok, kamu sudah tidur lelap di samping simbok. Semoga mimpi indah kamu malem ini. Tunggu cerita dari simbok tentangmu dan masmu lain waktu ya.

Dari simbok yang menyayangimu,
Cuuuup muaaah!

Abis nyuciin popok si Kevin dan seabreg gawean rmh, kemarin suami saya a.k.a si papih bilang : capek ya jd ibu rumah tangga ki ternyata..
Heheh, saya ketawa

Iya dong sayang, justru lebih capek di rumah drpd di kantor. Gawean simbok2 itu ngga ada rampungnya. Yg ada, ya rempong terus.
Kalo gawean kantor bisa ditinggal pulang lha nek gawean rumah ditinggal dolan jugak nanti ketemu lagi hwehehehe…
Nek gawean kantor selesai, tinggal nunggu bayaran. Ha nek gawean rumah rampung ya ‘cuman’ dapet kesel tok.

Tapi ngga popo, tetep saya bangga jd pul taim mader. Ngga ono gajine gakpopo, sing penting amanah dan barokah. Anak bojo sukses di luar rumah sdh cukup membayar kelelahan kaum simbok ini. Ngga perlu jabatan tinggi, ngga perlu sepatu tinggi yg penting suami dan anak2 berbudi tinggi, bergaji tinggi, berprestasi tinggi. Nanti giliran kami kaum simbok rempong ini kalian bawa terbang tinggi setinggi cita2 mu..

#sebab upah kami besar di surga
#amin

View on Path

Medio Mei, suatu sore

Kukatup rahang pelan namun keras. Menahan desakan dari dalam kerongkonganku yang tercekat.
Di hadapanku, duduk seorang perempuan yang melahirkanku. Cairan-cairan bening membasahi wajahnya yang mulai keriput dimakan usia.

Ibu..
Sungguh bukan asaku untuk melihatmu seperti ini. Yang kumau juga tak begini. Dentuman jarum menggelitik linier waktu. Suara halusnya bagai dentaman meriam menghunjam jantungku. Kalimat demi kalimat kukunyah dalam diam. Sementara mataku kubendung kuat-kuat agar tak mengikuti aliran di matamu itu.

Aku tak pernah ingin menjadi beban. Aku sadar sesadar sadarnya bahwa apa yang bisa kulakukan tidak akan pernah sebanding dengan apa yang sudah engkau berikan untukku. Rasa sakit yang menderamu pun, aku tau. Namun sungguh, aku tak ingin menyalahkanmu untuk semua itu. Takdir. Mungkin itu namanya. Bukan Dia tak sayang padamu. Tapi pasti ada maksud di balik semua itu. Hanya saja, otak kita tak mampu mencernanya dengan baik.

“Tak perlu merisaukanku,” ucapku setelah himpitan di dadaku sedikit menguap. Hidup ini tanggung jawabku. Dan aku ingin mengisinya dengan kemampuanku. Mungkin kakiku belum sepenuhnya sanggup menopangku, atau tanganku tak sekokoh pundak ayahku. Tapi izinkan aku berdiri dan menari di tengah hujan ini. Tak ada yang salah denganmu. Aku hanya ingin menangkap pelangi di sana dengan kedua tanganku sendiri. Cukupkanlah aku dengan doa dan restumu. Ringankanlah langkahku dengan alunan cintamu.

Jangan pernah terucap dari bibirmu, bahwa engkau mengasihaniku. Aku tak ingin dikasihani. Tapi kasihi aku sepenuhnya. Apapun hasilnya nanti, sampai di manapun finishku nanti, bertepuk tanganlah untukku. Di sana, Ibu…… di ujung langkahku. Bergembiralah buatku dan buatlah aku menjadi satu-satunya pemenang di hadapanmu. Meski aku bukan yang pertama sampai di sana.

****

#epilog mei untuk kalian yang masih punya ibu

Epilog Mei

Merasa sendiri.

Mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku kali ini. Banyak hal yang kubayangkan indah di awal-awal kepindahanku kembali ke kota Jogja setelah satu dekade meninggalkannya, ternyata tak seindah kenyataan. Setidaknya, untuk saat ini. hampir setengah tahun meninggalkan Bandung dan kembali lagi ke kota kecil ini seakan membuka banyak kenangan lama yang kusimpan indah selama bertahun-tahun namun saat kubuka kembali, seolah-olah kenangan itu menguar begitu saja. Justru di tempat di mana seharusnya kenangan itu kubuat, aku berharap akan menemukan serpihan-serpihan yang selama ini hilang dan menggabungkannya bak puzzle yang mengasyikkan.

 

Balada sangkar emas. Demikian aku menyebut keadaanku saat ini. Tinggal di rumah hampir 24 jam lengkap dengan semua fasilitas namun tak bisa ke mana mana. Tak ada teman, tak ada kemampuan untuk sekedar keluar rumah sendiri, bahkan untuk keperluan yang kecil-kecil pun harus bergantung kepada orang lain. Bukan karena aku tak mau, tapi lebih kepada keadaan yang memaksaku untuk begitu. Dan hal ini lama-lama membuatku jengah sendiri. Merasa ngga bisa melakukan banyak hal sendiri sungguh menyebalkan.

Aku begitu merindukan teman-teman dan komunitasku di Bandung, rindu makanan khas kota itu yang melelehkan llidahku, dan bahkan kangen dengan kemacetan yang setiap hari menyergap di sepanjang jalan. Di sini, hanya ada teman-teman ‘maya’ yang kumiliki. bahkan untuk sekedar menyapa, tak ada kata yang bisa kudengar. Semua hanya lewat dunia maya. Dialog sepi tanpa suara, hanya ketikan kecil yang kadang-kadang terdengar saat percakapan maya kami lakukan. Ooooo….sepinya duniaku.

 

Aku tak menyesali apa yang sudah dan sedang terjadi. Aku hanya ingin rutinitas kecil dalam kehidupan yang senyap ini bisa kukecap lagi. Atau paling tidak, perasaan sendiri itu hilang. Aku bersyukur untuk hidupku. Namun aku hanya ingin menikmati hal-hal kecil seperti dulu lagi. Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkannya. Karena aku tak hendak menyalahkanNya untuk smua ini. Semua yang datang dari padaNya selalu baik. Hanya aku mungkin yang belum cukup pandai untuk menikmati berkat ini.

 

Kubiarkan pikiranku berkelana dan kadang-kadang…kubiarkan pipiku basah di tengah malam-malamku yang terasa panjang

Mungkin sang waktu akan segera datang membawa setitik senyum di punggungnya untuk dibagikan kepadaku…..

….

Previous Older Entries

Cerita Kataku

A Story of Life, Love, and Laughs

Jejak Kataku

enjoying life, delighting love

RUANG RINDUKU

Blog Inspirasi dan Motivasi Hati

Blessed with the Best

eve's thoughts

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.